Willy Ramadan

Traveller

Learner

Reader

Writter

Rabu, 19 Desember 2012

Mimpi Itu Bukan Sekedar Mimpi


Yogyakarta, 20-12-2012

Masih melekat ingatanku saat pertama kali pada akhir tahun 2010 aku menginjakkan kakiku di Kota Pelajar, Yogyakarta. Saat itu aku masih menjabat sebagai pengurus BEM di IAIN Antasari Banjarmasin. Ini kali ketiga aku keluar pulau asalku, kalimantan. Setelah Karawang pada tahun 2007, dalam rangka mengikuti Pelatihan Intermediate HMI  tingkat Nasional. Kedua, Aku mewakili Mahasiswa Kalimantan Selatan dalam kegiatan Workshop School of Democracy di Bogor pada tahun 2009.

Willy Kecil yang hitam, dekil dan kurus. Tak pernah sedikitpun dulu membayangkan punya kesempatan bisa keluar dari pulau ini. Menikmati setiap jengkal perjalanan. Bertemu banyak teman, berkenalan dengan banyak kesempatan. Bagi sebagian anak, mungkin keluar pulau adalah bukan hal yang istemewa. Tapi bagiku, mahal rasanya cerita ini. Cerita saat pertama kali menginjakkan kaki di pesawat, hati yang bergetar antara takjub, tak percaya dan takut. Bagaimana juga rasanya terbang dengan ketinggian yang begitu menyeramkan. Namun dalam kesempatan yang sama, aku bertasbih melihat indahnya bumi ini dari sudut yang tak pernah aku lihat sebelumnya.

Kini, aku kuliah mengambil Program Pasca Sarjanaku di Yogyakarta. Dengan bantuan beasiswa dari kampusku. Dua hal yang sama-sama ku mimpikan dulu. Sejak aku mengalami transformasi dan transisi menjadi mahasiswa. Sejak itu pula aku memang membenamkan dalam cita-cita terdalamku. Bahwa suatu saat akan mendapatkan beasiswa untuk meneruskan study-ku.Begitu juga dengan Kota ini. Yah, seperti yang terus kuingat ketika kesini pertama kali. Aku sudah jantuh Cinta dengan kota ini. Tempat berkumpulnya anak-anak Muda yang pintar, cerdas dan kreatif. Dulu, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa akan ada kesempatan kedua, ketiga dan seterunya untuk terus bisa menikmati sekaligus kota sejarah ini.

Mimpi (red:keinginan logis) memang menjadi pemicu kita untuk terus yakin bahwa usaha ini akan menjadi keyakinan. Yah, kini Mimpiku bukan lagi sekedar mimpi. Semuanya memang sebagian sudah ku dapatkan. Tapi, tak baik kata orang berpuas diri pada satu titik saja. Harusnya kita terus berputar hingga pencapaian puncak. Kemampuan manusia memang terbatas, tapi sayangnya manusia tak tau sampai mana kemampuannya. Jadi, kita memang harus terus berkelana, bergerak, merangkak, berjalan, berlari untuk mencapai akhir finish garis yang tak tau pada titik mana.

Apa yang aku capai hari ini belumlah seberapa jika dibandingan dengan teman-teman yang lain. Tapi ini hanya sekedar refleksi rasa syukur yag tak terucap untuk semua orang-orang yang menyayangiku. Willy yang dekil akhirnya mulai menemukan jalannya dalam mencapai apa yang dia inginkan selama ini. Bersyukur pada Allah? Rasanya tak perlu kutulis disini. Sebab, itu jelas sikap absolute dan mutlak.

Kini, tinggal perlahan menapaki dan melangkah pada jenjang selanjutnya. Aku ingin bertemu lagi orang-orang baru. Mencuri pengalaman mereka, mengintip pemikiran-peikiran mereka. Aku tak ingin bodoh. Aku tak ingin ketinggalan. Semoga dengan ini, Tuhan mencintaiku dengan rahmat-rahmatnya. Aminnnnn


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 comments:

Posting Komentar

Contact Me

0 people have left comments

Commentors on this Post-

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact Me

Willy Ramadan Al-Verona

Buat Lencana Anda

Followers

Adress/Street

12 Street West Victoria 1234 Australia

Phone number

+(12) 3456 789

Website

www.johnsmith.com